“Al Akh”
July 14th, 2008 by malbersDiawali dengan senyum akhi…
Terkhusus untuk saudaraku tercinta
Ahadiyat
Ana uhibbukum fillah
Aslamu’alaikum wr wb.
Hari itupun
telah tiba bagi kita untuk meniti hidup yang insya Allah lebih baik, hari itu
juga sebuah konsekwensi akan kita terima yaitu sebuah perbedaan jarak dan
perpisahaan kita dari team yang sudah kita bangun selama ini.
Namun
perpisahaan belumlah yang terakhir akhi, karena insya Allah perpisahaan ini
adalah awal bagi kita untuk bertemu dalam kondisi yang lebih baik,.(dengan
pendamping masing-masing..he2) yang insya Allah pada akhrinya nanti Syurga
adalah tempat singgah terakhir kita..amin.
Dua tahun yang
lalu dalam sebuah prosel di sebuah pesantren, ana masih ingat dengan betul
pertemuan pertama dengan sesosok pria yang nampaknya pemalu dan pendiam, namun
akhir-akhir ini setelah kenal lebih jauh ternyata..ya memang tetap pendiam dan
pemalu ;-).
Hingga setelah
pertemuan tersebut, yang tidak lain adalah sebuah design dari Allah SWT dalam
memulai ukhuwah ini. Endu
(Ahadiyat) pun menjadi seseorang yang tidak pernah bisa terpisahkan dari segala
aktivitas saya sehari-hari di kampus. Jazakallah akhi atas ukhuwah kita selama
ini.
Banyak yang mengatakan bahwa dunia kerja pasca kampus akan menjadi sebuah
ladang ujian bagi kita untuk melihat seberapa melekat idealisme yang sudah kita
bangun selama di kampus. Akan banyak sekali godaan dan cobaan yang datang
kepada kita, apakah sebagai seorang engineer ataupun finance masing-masing
memiliki godaan masing-masing. Akhi hanya dengan mengingat Allah SWT lah dan
selalu dekat dengan Al Quran yang akan selalu menjaga kita dalam segala
aktivitas, insya Allah. Kita
saling mengingatkan akh, apakah lewat sms, email, atau sarana lainnya. Ana yakin akh dengan antum dengan usaha
yang keras, bersama kita bisa menghadapinya.
Akh, ana mau bilang bahwa antum itu merupakan teman ana yang paling
menyejukkan. Muka antum selalu menunjukkan ketenangan dalam berbagai situasi
yang kita hadapi, disamping itu sekalipun belum pernah ana rasakan keluar
kritikan dari antum terkait dengan kesalahan-kesalahan yang sangat banyak yang
ana lakukan. Luar biasa, orang yang tidak pernah marah yang ana temukan. Orang
yang tidak pernah lepas dari segala aktivitas dakwah, dan hal inilah yang
membuat ana sangat kagum dengan kepribadian antum. Sangat berbeda dengan saya,
yang menjadi orang sangat reaktif terhadap setiap kondisi yang tidak sesuai
dengan idealisme saya. Mudah-mudahan kepribadian antum ini akan menjadi bekal
yang sangat berharga bagi antum dalam berdakwah di tempat kerja antum nantinya.
Terus terang kesedihan yang sangat mendalam sangat saya rasakan ketika
antum mengatakan akan berangkat dalam waktu yang sangat singkat, sebab
sebelumnya yang saya siapkan adalah perpisahan pada akhir bulan juli, namun
antum telah mendahuluinya akhi. Ana gak menyangka akan secepat ini waktu
berlalu memisahkan kerja sama yang sudah kita bangun selama ini. Dan lebih
menyedihkan lagi adalah ketika perpisahan tersebut terjadi pada saat-saat
dimana ana merasakan kerja yang sangat kompak ketika kita menyelesaikan masalah
GC. Ana benar-benar merasakan kita menjadi team yang sangat kompak. Namun tanpa
kita sadari sebuah skenario Allah SWT, bahwa ternyata agenda suksesi yang kita
selesaikan dengan baik menjadi agenda terakhir kita di DK UGM yang kita selesaikan
dengan baik.
Terus terang ana nda tahu mau bilang apa lagi, ana sangat sedih karena akan
kehilangan seorang sahabat sejati dalam dakwah ini. Muka sejuk yang selalu
menyertai aktivitas dakwah ini. Dan teman ana menghabiskan makanan berlebih
dari beberapa kegiatan yang kita adakan ;-). Namun ya itulah sebuah konsekuensi
bagi kita yang hidup dalam sebuah dimensi waktu yang setiap saat mampu memunculkan
sebuah skenario yang jelas-jelas di luar dugaan dan prediksi kita.
Tunggulah Aku,
Di Jakarta mu…tempat
labuhan…
Semua mimpi mu
(SO7)
Akhi, jangan pernah melupakan ukhuwah kita ini ya! Walau banyak sekali
masalah yang kita hadapi selama menjalani aktivitas dan banyak kesalahan yang
sudah ana lakukan terhadap antum, harap dimaafkan ya! Jangan dimasukkan ke
dalam hati, nanti hatinya penuh ;-). Ingatlah selalu setiap detik-detik kita di
Dakwah kampus ini.
Ana juga minta maaf akhi, dalam team yang kita jalani selama setahun ini,
ana benar-benar menjadi anggota yang paling tidak mampu optimal, sering sekali meninggalkan
team dan bahkan antum yang mengambil tugas-tugas ana. Dan sekali lagi tidak
pernah antum protes akan hal itu. Luar biasa akhi. Afwan jiddan ya akh atas
ketidakoptimalan ini.
Selamat meniti karier antum di TMMIN, sebagai seorang finance. Tetaplah
semangat akhi, kita pertahankan bersama idealisme kampus kita. Ana berharap
mudah-mudahaan antum menemukan lingkungan dan team yang lebih baik lagi disana,
yang tentunya team yang bisa membawa antum dan kita semua pada kebahagiaan
dunia dan akhirat. Kita tetap saling mendoakan ya!
Terakhir akh, atas berbagai kekurangan yang telah ana lakukan selama ini,
mohon dimaafkan ya! Kita ikhlaskan seluruh aktivitas kita hanya karena Allah
SWT.
Selamat berjuang
Good Luck
Ganbatte.