“Al Akh”

July 14th, 2008 by malbers

Diawali dengan senyum akhi…

Terkhusus untuk saudaraku tercinta

Ahadiyat
Ana uhibbukum fillah

Aslamu’alaikum wr wb.

Hari itupun
telah tiba bagi kita untuk meniti hidup yang insya Allah lebih baik, hari itu
juga sebuah konsekwensi akan kita terima yaitu sebuah perbedaan jarak dan
perpisahaan kita dari team yang sudah kita bangun selama ini.

Namun
perpisahaan belumlah yang terakhir akhi, karena insya Allah perpisahaan ini
adalah awal bagi kita untuk bertemu dalam kondisi yang lebih baik,.(dengan
pendamping masing-masing..he2) yang insya Allah pada akhrinya nanti Syurga
adalah tempat singgah terakhir kita..amin.

Dua tahun yang
lalu dalam sebuah prosel di sebuah pesantren, ana masih ingat dengan betul
pertemuan pertama dengan sesosok pria yang nampaknya pemalu dan pendiam, namun
akhir-akhir ini setelah kenal lebih jauh ternyata..ya memang tetap pendiam dan
pemalu ;-).

 

Hingga setelah
pertemuan tersebut, yang tidak lain adalah sebuah design dari Allah SWT dalam
memulai ukhuwah ini.
Endu
(Ahadiyat) pun menjadi seseorang yang tidak pernah bisa terpisahkan dari segala
aktivitas saya sehari-hari di kampus. Jazakallah akhi atas ukhuwah kita selama
ini.

Banyak yang mengatakan bahwa dunia kerja pasca kampus akan menjadi sebuah
ladang ujian bagi kita untuk melihat seberapa melekat idealisme yang sudah kita
bangun selama di kampus. Akan banyak sekali godaan dan cobaan yang datang
kepada kita, apakah sebagai seorang engineer ataupun finance masing-masing
memiliki godaan masing-masing. Akhi hanya dengan mengingat Allah SWT lah dan
selalu dekat dengan Al Quran yang akan selalu menjaga kita dalam segala
aktivitas, insya Allah.
Kita
saling mengingatkan akh, apakah lewat sms, email, atau sarana lainnya.
Ana yakin akh dengan antum dengan usaha
yang keras, bersama kita bisa menghadapinya.

Akh, ana mau bilang bahwa antum itu merupakan teman ana yang paling
menyejukkan. Muka antum selalu menunjukkan ketenangan dalam berbagai situasi
yang kita hadapi, disamping itu sekalipun belum pernah ana rasakan keluar
kritikan dari antum terkait dengan kesalahan-kesalahan yang sangat banyak yang
ana lakukan. Luar biasa, orang yang tidak pernah marah yang ana temukan. Orang
yang tidak pernah lepas dari segala aktivitas dakwah, dan hal inilah yang
membuat ana sangat kagum dengan kepribadian antum. Sangat berbeda dengan saya,
yang menjadi orang sangat reaktif terhadap setiap kondisi yang tidak sesuai
dengan idealisme saya. Mudah-mudahan kepribadian antum ini akan menjadi bekal
yang sangat berharga bagi antum dalam berdakwah di tempat kerja antum nantinya.

Terus terang kesedihan yang sangat mendalam sangat saya rasakan ketika
antum mengatakan akan berangkat dalam waktu yang sangat singkat, sebab
sebelumnya yang saya siapkan adalah perpisahan pada akhir bulan juli, namun
antum telah mendahuluinya akhi. Ana gak menyangka akan secepat ini waktu
berlalu memisahkan kerja sama yang sudah kita bangun selama ini. Dan lebih
menyedihkan lagi adalah ketika perpisahan tersebut terjadi pada saat-saat
dimana ana merasakan kerja yang sangat kompak ketika kita menyelesaikan masalah
GC. Ana benar-benar merasakan kita menjadi team yang sangat kompak. Namun tanpa
kita sadari sebuah skenario Allah SWT, bahwa ternyata agenda suksesi yang kita
selesaikan dengan baik menjadi agenda terakhir kita di DK UGM yang kita selesaikan
dengan baik.

Terus terang ana nda tahu mau bilang apa lagi, ana sangat sedih karena akan
kehilangan seorang sahabat sejati dalam dakwah ini. Muka sejuk yang selalu
menyertai aktivitas dakwah ini. Dan teman ana menghabiskan makanan berlebih
dari beberapa kegiatan yang kita adakan ;-). Namun ya itulah sebuah konsekuensi
bagi kita yang hidup dalam sebuah dimensi waktu yang setiap saat mampu memunculkan
sebuah skenario yang jelas-jelas di luar dugaan dan prediksi kita.

 

Tunggulah Aku,

Di Jakarta mu…tempat
labuhan…

Semua mimpi mu

(SO7)

Akhi, jangan pernah melupakan ukhuwah kita ini ya! Walau banyak sekali
masalah yang kita hadapi selama menjalani aktivitas dan banyak kesalahan yang
sudah ana lakukan terhadap antum, harap dimaafkan ya! Jangan dimasukkan ke
dalam hati, nanti hatinya penuh ;-). Ingatlah selalu setiap detik-detik kita di
Dakwah kampus ini.

Ana juga minta maaf akhi, dalam team yang kita jalani selama setahun ini,
ana benar-benar menjadi anggota yang paling tidak mampu optimal, sering sekali meninggalkan
team dan bahkan antum yang mengambil tugas-tugas ana. Dan sekali lagi tidak
pernah antum protes akan hal itu. Luar biasa akhi. Afwan jiddan ya akh atas
ketidakoptimalan ini.

Selamat meniti karier antum di TMMIN, sebagai seorang finance. Tetaplah
semangat akhi, kita pertahankan bersama idealisme kampus kita. Ana berharap
mudah-mudahaan antum menemukan lingkungan dan team yang lebih baik lagi disana,
yang tentunya team yang bisa membawa antum dan kita semua pada kebahagiaan
dunia dan akhirat. Kita tetap saling mendoakan ya!

Terakhir akh, atas berbagai kekurangan yang telah ana lakukan selama ini,
mohon dimaafkan ya! Kita ikhlaskan seluruh aktivitas kita hanya karena Allah
SWT.

Selamat berjuang

Good Luck

Ganbatte.

Pahlawan Perpustakaan “Si mbah”

July 14th, 2008 by malbers

“Testimonial untuk si Mbah”

 

Motivasi terbaik dari orang yang tepat, begitulah yang saya rasakan
pertama kali dating ke

Jogjakarta

.
Pada tahun 2003 yang lalu pertama kali menginjakkan kaki di

Yogyakarta

untuk kuliah di UGM, saya merasakan beruntung sekali bahwa pada saat-saat
pertama itu saya bertemu dengan orang yang tepat yang memberikan kepada saya
sebuah arahan hidup yang sebenarnya, idealisme dalam menempuh hidup yang bukan
hanya sekedar mengejar kehidupan duniawi saja. Tanpa pernah terpikir oleh saya sebelumnya,
bahwa saat itu saya langsung ditunjukkan sebuah realitas hidup di

Indonesia

dan berbagai hal yang seharusnya dilakukan lebih dari hanya sekedar mengejar
ilmu untuk kepentingan diri sendiri.

 

Beliau bapak H Dauzan Farouk (Almarhum), mudah-mudahan Allah SWT
memberkati beliau. Telah memberikan saya sebuah arti hidup sebelum menjalani
hidup baru saya saat itu. Kata demi kata, cerita demi cerita yang beliau
utarakan awalnya terasa asing bagi saya yang berasal dari sebuah desa di
Sumatera Utara. Beliau bercerita tentang
idealisme hidup yang sebenarnya, sebuah idealisme hidup yan g selalu mengharap
ridho dari Allah SWT dengan selalu ikhlas menolong orang lain. Awalnya
membosankan mendengar beliau karena pikiran saya yang saat itu masih ingin
bermain-main. Namun setiap kali belua bercerita kepada saya, serasa cerita itu
menyihir saya untuk berbuat lebih, saat itu saya merupakan orang yang tidak
suka membaca buku,namun setiap kali beliau bercerita kepada saya maka pada saat
itu juga semangat saya untuk membaca dan mengetahui hal-hal baru selalu
bertambah. Beliau yang sering saya sebut si Mbah telah banyak merubah pola
hidup saya. Saya tidak bias membayangkan ketika awal pertama kali ke

Jogjakarta

tidak bertemu
dengan beliau, wallahua’lam.

 

“Dulu kami, sekarang kamu”
kata ini menjadi sebuah kata semangat yang selalu saya ingat dari si Mbah. Beliau
yang dulunya seorang pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan negeri ini dengan
senjata (bambu runcing), kembali angkat senjata dengan buku-buku beliau yang
dijajakan secara gratis kepada warga tanpa mengharapkan imbalan apapun. Hal ini
merupakan perjuangan dari beliau untuk berjuang kembali memberantas kebodohan.
Kalau dulu membarantas dan mengusir musuh, maka sekarang yang dilakukan adalah
membrantas kebodohan melalui buku. Dulu
kami sekarang kamu
, merupakan sebuah pesan moral yang beliaun sampaikan
kepada generasi muda saat ini untuk kembali angkat senjata dengan segala
potensi yang dimiliki masing-masing. Kalau dulu mereka pada masa mudanya
memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, maka sudah saatnya bagi generasi muda
saat ini untuk memperjuangkan kembali bangsa ini. Tongkat estafet diserahkan
kepada generasi muda saat ini, setelah bangsa ini merdeka.

 

Namun apa kata beliau,
ternyata generasi muda saat ini sangat jauh dari yang diharapkan oleh mereka
para pahwalan perjuangan, generasi muda lebih banyak dilenakan oleh
serbuan-serbuan budaya-budaya barat yang telah merusak moral bangsa ini.
Berawal dari kerisauan inilah maka tergerak kembali hati beliau untuk kembali berjuang.
Kalau dulu yang diperangi adalah penjajah, maka sekarang adalah musuh-musuh
yang ada di hati tiap-tiap orang untuk dibersihkan dan dijauhkan dari kebodohan
dengan buku.

 

Berbagai cerita yang
berulang-ulang beliau ceritakan pada saya, telah menjadi sebuah motivasi bagi
saya untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas organisasi dengan harapan bisa
turut serta membangun bangsa ini. Hingga pada akhirnya saya terpilih menjadi
ketua di berbagai organisasi. Tanpa saya sadari bahwa idealisme yan g ada pada
si mbah secara tidak langsung sudah ada dalam diri saya. Hingga cita-cita saya
pada suatu saat nanti akan membangun sebuah perpustakaan gratis yang berisi
buku-buku yang sangat selektif bagi perkembangan moral bangsa. Dan tentunya
sebuah perpustakaan gratis kepada sebuah masyarakat.

 

Terima Kasih Mbah, semoga
perjuangan si Mbah mampu kami lanjutkan sebagai generasi muda bangsa.

Semangat dan semangat lagi

June 16th, 2008 by malbers

Hidup adalah perjuangan panjang, dan tidak ada alasan untuk berhenti. perjalanan panjang ini harus di lalui, tiada kata untuk istirahat selama di dunia, karena istirahat itu hanya ada di hari akhir nanti. Tidurku bukanlah istirahat, melainkan sebuah usaha penyiapan kembali fisik untuk bekerja lagi.
semangat dan selalu bangkit dari setiap kondisi yang ada,.adalah kunci untuk setiap langkah hidup ini.

Mudah-mudahan keputusan saat ini adalah yang terbaik untuk saya.

Semangat, semangat dan semangat.
tiada masa untuk berpangku tangan sampai kaki ini menginjakkan syurga Allah SWT.

Semangat Juang

October 4th, 2007 by malbers

Semangat menjadi sebuah kata yang memiliki makna luar biasa dalam hidup. semangatlah yang menjadikan ssetiap waktu demi waktu dalam hidup ini menjadi sanat terasa bermakna. Bagaimana rasanya makna beribadah yang rutin tanpa diikti oleh sebuah semangat yang kuat untuk meraih ridho Allah SWT..

Semangat tersebut telah menjadikan setiap hari yang saya lalui dengan kegiatan rutin yang sama menjadi bermakna dan menyenangkan. bagaimana rasanya hdup ini tanpa sebuah semangat juang yang tinggi..tentu akan hampa dan membosankan, yang kadang akan menjadikan orang stress..

dan ternyata salah satu obat dalam menjalankan pekerjaan agar tidak jenuh dan stress adalah dengan selalu meng up Grade semangat yang ada dalam diri ini. Semanga itulah yang menjadikan saya menyenangi pekerjaan saya dan Insya Allah pekerjaan itu senang pada saya, karena pelayanan terbaiklah yang selalu saya berikan…

Semangat…

Semangat…

Moto Hidup yang harus selalu ada..

dengan Semangat mucul gairah dan kekuatan.

dengan semangat muncul ketenangan dan kebahagiaan hati.

Semangat untuk meraih sebanyak-banyaknya ridho dari Allah SWT.

September 25th, 2007 by malbers

Kehidupan ini akan berjalan begitu cepatnya,.
dulu masih teringat dengan jelas dalam ingatan ketika pada pagi hari sebelum berangkat sekolah dipaksa bangun oleh ibu tercinta untuk berangkat sekolah. belum selesai itu, tiap pagi sebelum berangkat ke sekolah masih dengan riangnya bersama dengan saudara-saudara berenang-renang di danau toba yang luas sebelum berangkat sekolah..(Jadi Olah raganya Renang tiap pagi, alia mandi).
MAsih teringat jelas rasanya ketika harus berjalan -+2km untuk mencapai sekolah, namun dengan riang hati ini berjalan bersama dengan ratusan siswa lainnya.

kemudian tahun-berganti tahun, masih teringat juga harus meninggalkan teman-teman yang sudah bersama selama hampir 10 tahun untuk mengikuti kerja ortu ke kota yang lain. dan di kota ini, kehidupan penuh dengan kebrutalan di mulai,. bukan Aldani namanya, jika tiap hari tidak ngebut dijalanan, kalau sore menjadi penantang abadi terhadap seluruh tim-tim bola voli di kota itu,.betapa bangganya dulu diri ini kalau sudah pulang bersama dengan teman-teman dengan membawa kemenangan atas tim lawan.

namun kebrutalan itu tidak berlangsung lama,.3 tahun berikutnya, tepatnya setelah orang tua pindah lagi ke daerah dekat pulau samosir (Tepi danau toba)..saat inilah kebrutalan ini lambat-laun hilang..gimana gak hilang, setelah itu guru saya di SMA yang sangat baik hati itu menyuruh saya untuk menjadi Takmir di salah satu masjid raya di tempat saya sekolah..dan hidup yang mulai alimpun dimulai..

dan tanpa terasa juga,..setelah 2 tahun di Masjid tersebut, waktunya untuk lulus, dan saat itu juga ada peluang untuk tes UM UGM, akhir kata ada restu dari orang tua untuk mengikutinya dan akhir kata lulus..(Teknik Industri UGM)

MAsih teringat jelas isak tangis dari ibu tercinta ketika akan melepas anaknya yang paling kecil sekolah ke Jogjakarta.  masih teringat juga bagaimana wajah ayah yang pura-pura menyimpan rasa sedihnya…saya gak tahu dimana ayah menumpahkan rasa sedihnya..

panjang cerita lagi, sampailah siperantau di Yogyakarta,.huuuua..
Banyak cerita,.
Mulai dari Kos pertama di Kauman, (Ke kampus naik sepeda)
saat itu masih teringat ketika teman-teman satu angktan menertawai gaya bicra orang batak yang saya bawa..hmmm..hmm
Kemudian pindah ke Pogung, Jadi ketua HMTI, diterima sebagai penerima beasiswa Djarum dan jadi ketuanya, menjadi sekjend IMTI, berkiprah dalam organisasi dakwah kampus,..dan banyak lagi..

hingga akhirnya pada tanggal 21 Agustus 2007 ada pengumuman, begini bunyinya:
"Jadwal Pendadaran Periode 2 Bulan Agustus"
(Pada Pojok Atas tertulis :"Aldani Malau Pendadaran di M9 pada hari Rabu 22 Agustus 2007)
akhir cerita luluslah si Malau itu pada tanggal 24 Agustus 2007..

dan akhir cerita ketika menulis ini, saya udah berada di salah satu kota kecil yang asri di pulau Kalimantan yang bernama Bontang…

Masya Allah, sepertinya baru pagi tadi saya dibangunkan oleh ibu untuk berangkat sekolah dan berenang di danau itu..
tapi semua itu telah berlalu, sungguh sangat cepat semuanya berlalu..
Benarlah bahwa ketika suatu saat nanti di akhirat ketika ditanya sudah berapa lama kita tinggal dibumi, maka jawaban manusia "Tidaklah kami tinggal di Bumi melainkan cuma sebentara saja".
Sungguh waktu ini tidak terasa berlalu meninggalkan saya begitu saja. sudah berapa banyak aamal yang sudah saya lakukan dalam jangka waktu selama ini. apakah timbangan kebaikan saya sudah banyak, atau lebih sedikit dari maksiat yang saya kerjakan..
Ya Allah ya Rabbi..ampunilah hambaMu ini yang telah banyak lalai dari waktu yang telah Engkau berikan. Ridhoilah Umur HambaMu ini. Jadikanlah sissa umur hamba Mu ini hanya untuk berbakti kepadaMu.
saya tidak tahu sampai kapan hidup ini akan bertahan..semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa saya yang telah lalu, dan meridhoi setiap ibadah yang sudah saya kerjakan…
Amin..Ya Rabbal ‘alamin..

Keajaiban yang menyatakan kebenaran Takdir Allah

July 19th, 2007 by malbers

Setelah sekian lama meng absenkan diri dari melakukan penulisan di dalam blog ini. kini rasanya ada sebuah kesempatan dan ingin berbagi pengalaman kepada komputer ini yang tidak mengerti apapun yang hanya mampu melaksanakan apa yang dikehendaki oleh manusia terhadapnya. berkaitan dengan hal tersebut, maka begitu jugalah manusia yang tidak akan memiliki daya upaya seperti apapun dalam menentukan kehidupannya akan seperti apa, melainkan merupakan takdir Allah SWT. jadi Allah lah yang berkehendak terhadap manusia ini. namun demikian takdir Allah itu bukan tanpa usaha apapun, karena Allah pun telah menganjurkan kita untuk selalu berusaha dalam setiap detik kehidupan kita.
Dalam beberapa hari terakhir ini, ditengah-tengah kesibukan mengerjakan skripsi dan amanah lain, sempat terbersit keinginan untuk mencari kegiatan lain yang mampu menghasilkan maisyah (penghasilan) tambahan. dan hal itupun terjawab dengan adanya lowongan untuk mengikuti magang di SMEDC. kemudian kaki dan tangan ini sepertinya dimudahkan untuk bekerja sehingga jadilah mendaftarkan diri ke SMEDC. berselang 3 hari, pengumuman pun di tempelkan di depan gedung SMEDC yang berada di sebelah selatan masjid Kampus UGM. dan nama Aldani Malau tercantum di sana. wah senang sekali rasanya, karena ada sebuah keyakinan dengan kompetensi yang saya miliki pasti akan mampu untuk menembusnya.
namun setelah pengumuman tersebut, hamba ini coba melakukan pemetaan terhadap waktu yang hamba miliki terkait dengan amanah lain yang harus di kerjakan, kira-kira seperti inilah rangcangannya..
kalau saya ternyata ikut magang tersebut, yang berarti setiap hari 8 jam akan berada di UKM di sekitar Jogja,. maka jadwal saya adalah :
05.30-07.00 dan 16.00-17.30 (belajar bahasa arab)
07.30-15.00 (Magang) (senin sampai jum’at)
belum saya harus mengerjakan skripsi yang sudah didesak rumah,.
belum amanah saya di kampus
belum amanah di IMTII
belum amanah untuk diri sendiri, teman-teman kontrakan
dan banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan,..

khususnya yang menjadi masalah dalam pikiran saya adalah kapan akan menyelesaikan skripsi kalau jadwal sepadat itu nantinya,..(Ya Allah Ya Robbi,.tunjukilah hamba Mu ini jalan yang lurus dan berikanlah kekuatan kepada hambaMu ini untuk memilih)

H-1 sebelum melakukan test wawancara yang teman-teman bilang hanya untuk placement test saja. sayapun berangkat ke kampus untuk melihat pengumuman pelaksanaan ujian Komprehensif. dan setelah itu naik ke Lab Simulasi, lab dimana dulu saya bekerja dan melepaskan lelah. di lab ini saya bertemu dengan pak Dr. Sutrisno yang baru saja melepas amanahnya sebagai ketua Jurusan, pas beliau mau pulang, beliau menyapa dengan sapaan hangat seorang mantan pemimpin jurusan Teknik mesin dan Industri. "wah Malau,.gimana-gimana sedang sibuk apa sekarang?" karena saya mengetahui sifat beliau yang menyenangi dunia industri khususnya UKM, maka saya menyatakan niat saya untuk bergabung di SMEDC. den beliau menanggapi dengan sangat senang sekali, hingga akhirnya terjadilah percakapannya yang hangat membahas tentang LSM, dan meliau menceritakan LSM nya saat ini yang berjumlah 3 yang akan dipindahkan ke Jakarta. sempat terlempar wacana beliau mau merekrut karyawan yang baru untk LSM nya. namun saya tidak begitu menanggapi untuk ini karena sudah akan wawancara dengan SMEDC. saya hanya meminta bapak itu agar memberikan saya nasehat-nasehat yang bisa menjadikan semangat yang saya miliki sekamin meningkat, dan sayapun mendapatkannya….wah diakhir pembicaraan saya menyahut beliau "Pak mudah-mudahaan saya bisa mengikuti jejaknya ya pak"..hm dan beliau hanya tersenyum saja.

kemudian saya turun, dan setelah berbincang-bincang lama dengan teman-teman, maka saya bertemu dengan seorang salah satu dosen profesor di jurusan saya. kemudian dengan hangatnya saya menyapa beliau dan beliau juga menyapa. dan terakhir terjadi jugalah dialog yang dimulai dengan pertanyaan yang sudah kesekian kali telinga ini dengarkan,."sudah lulus?", saya berharap mudah-mudahaan ini adalah doa untuk saya bisa segera menyelesaikan studi ini. namun suatu pertemuan yang tidak disangka-sangka ini ternyata menyimpan sebuah makan dalam hidup. bapakitu menawarkan kepada saya untuk menjalankan proyeknya di sebuah perusahaan besar di Kalimantan Timur, sebut saja perusahaan X. wah karena saya merasa ini adalah sebuah peluang yang sangat besar sekali dan akan sangat jarang sekali mendapat tawaran dari seorang profesor seperti beliau tanpa pikir panjang saya langsung mengiakan dan meminta penjelasan lebih.
namun setelah pertemuan itu, saya menanyakan kepada diri sendiri, "lalu bagaimana dengan SMEDC mu Lau?" sementara itu belum ada waktu yang fix dari bapak tersebut. apakah saya ikut saja dulu ke SMEDC, baru setelah pasti agar mengundurkan diri dari SMEDC atau menolak salah satunya. kemudian saya coba meminta penjelasan dan bantuan usul dari berbagai teman yang sudah pengalaman. dan hampir semua mereka mendukung saya untuk mengikuti tawaran sang prof. namun yang menjadi masalah belum ada tanggal yang fix dari beliau. kemudian terpikirlah untuk menemui beliau sebelum besok pagi. dan teringat bahwa bapak itu kalau shalat magrib dan shalat isya selalu di masjid yang sama, yaitu salah satu masjid di kawasan pogung. kemudian saya memberanikan diri untuk bertemu dengan beliau. dan tepat setelah shalat isya akhirnya keinginan untuk bertemu beliaupun terwujud…dan hasil dari pembicaraan yang hampir setengah jam itu,. beluai meyakinkan saya untuk melepas SMEDC dan bergabung dengan beliau, karena beliau yakin akan manfaat yang akan saya dapat dari kegiatan bersama beliau. dan beliau mengusulkan agar tidak usah ikut testnya, karena mungkin tidak sampai 1 bulan lagi project akan dimulai. sementara lama magang di SMEDC 3 bulan. dan dengan demikian resmilah keesokan harinya saya berangkat ke SMEDC untuk mengundurkan diri. dan akhirnya setelah saya melihat kembali jadwal, maka sebelum project dimulai saya punya waktu untuk menyelesaikan TA.

MAsya Allah suatu kejaadian yang benar-benar di luar dugaan sekali..dan hikmahnya Ternyata Allah SWT tidak akan pernah membiarkan hambanya dalam kesulitan, pasti pertolongan itu akan selalu datang, namun kapan, dimana dan seperti apa,.itulah yang menjadi salah satu kunci keyakinan kita untuk meyakini bahwa semua itu telah di atur oleh Allah SWT. kita merencanakan dan Allah lah yang berkehendak. dan Allah berkehendak bagi saya untuk tidak mengikuti magang di SMEDC, namun mengambil kegiatan yang lain yang lebih mampu hamba ini lakukan dari sisi waktu..

AllahuAkbar,.
Alhamdulillah…

Trade of between decision and the risk of that

May 13th, 2007 by malbers

tenKetika ada orang yang berbicara tentang prioritas, maka tentunya orang tersebut juga akan berbicara tentang masalah konsekuensi. mau tidak mau hal ini harus dialami. kenapa tidak? sebab dalam setiap prioritas yang diberikan tentunya akan mennyebabkan hal lain menjadi prioritas yang kesekian. dan hal ini akan berakibat terhadap kurang maksimalnya hasil yang didapat.
disamping hasil yang kurang maksimal dari sebuah prioritas yang kita jadikan bukan pada prioritas utama. hal ini juga bisa berakibat pada timbulnya rasa kecewa dari orang-orang yang menjadikan kegiatan yang kita jadikan bukan prioritas pertama, tapi orang tersebut menjadikannya priuoritas yang pertama. sungguh sebuah pilihan yang sangat sulit sekali terutama bagi orang seperti saya ini untuk mengorbankan nilai-nilai persahabatan demi menyelesaikan tugas yang lain.
hal ini lah yang menjadi boomerang paling besar yang saya alami. untuk menentukan prioritas..memang saya mengakui bahwa ketika pertama kali bergabung dengan segala aktivitas yang saya alami saat ini, saya kurang memberikan pertimbangan dikarenakan prinsip yang saya pegang saat itu adalah untuk mendapatkan banyak pengalaman dari berbagai aktivitas yang berbeda-beda. namun seiring dengan itu pula ketika saya sudah mulai banyak mengalami tabrakan kegiatan, saat itulah saya merasakan telah banyak menzalimi teman-teman saya yang lain yang telah saya tinggalkan itu.
ternyata setiap apa yang akan kita putuskan itu memiliki nilai tukar yang sangat tinggi. dan hanya orang-orang yang terbaiklah yang mampu meminimalisir kerugian pada setiap keputusan. apakah kita mampu berada pada tataran orang terbaik itu? apakah saya mampu untuk itu..?
rasanya untuk saat ini akan sangat sulit sekali,.karena saya sudah terlanjur terjun pada banyak aktivitas yang menyita waktu saya. waktu bagi saya saat ini untuk memutuskan mempersiapkan kelulusan saya. dan pada saat ini juga saya yakkin bahwa akan banyak sekali yang kurang senang dengan kleputusan ini. hal ini saya sadari disebabkan oleh masih adanya amanah yang sedang saya jalani. saya tidak mengatakan akan meninggalkan amanah yang saya punya,.namun mungkin akan memberikan prioritas yang lebih kecil dari pada penyelesaian tugas akhir saya.
semoga ALLAH SWT akan mengampuni kekhilafan saya ini dan memberikan kekuatan bagi saya dan teman-teman yang membaca blog ini agar diberikan kebijakan untuk memutuskan segala sesuatunya.

Menikmati Hidup

May 4th, 2007 by malbers

Terkadang orang salah memaknai arti menikmati hidup. kesalahan pengertian ini menjadikan mereka melaksanakan apa saja kenikmatan dunia yang ada, walau ternyata hal tersebut akan menjadi laknat di hari akhir nanti..
Namun bagi saya menikmati hidup itu adalah dengan jalan selalu merencanakan aktivitas setiap hari, dan menikmati setiap pekerjaan yang saya lakukan. kenikmatan dunia itu akan menjadi terasa manakala hati ini bisa selalu tenang menjalankan apa saja yang sudah direncanakan.
Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian menarik dan menantang yang saya hadapi. Terlebih lagi dengan tugas akhir yang sedang saya jalani saat ini. suatu saat saya bisa merasa iri dengan banyaknya lowongan kerja yang ada saat ini. seakan-akan diri ini ingin rasanya untuk menggapainya. namun setelah itu bisa jadi malam harinya, diri ini seolah-olah menjadi lemah sekali disebabkan kurangnya ilmu yang saya miliki untuk bisa menghadapi hiruk-pikuk kehidupan pasca kampus.

Di sisi lain akhir-akhir ini ada sebuah tuntutan baru yang harus saya jalankan, yaitu menyelesaikan dengan tuntas seluruh amanah-amanah kampus yang saya miliki. sungguh sebuah kondisi yang menuntut saya untuk selalu berkarya lebiih banyak dan melihat segala sisi positif setiap kegiatan. dengan melihat segala sisi positif inilah menurut saya akan bisa menjadikan saya mendapat pelajaran yang berharga darinya.

Terkadang saya harus menahan rasa iri saya dengan teman-teman yang mengerjakan tugas akhirnya dengan baik, dan ada yang sudah lulus. tapi iri saja menurut saya tidak cukup, iri tersebut akan menjadi baik jika saya barengi dengan usaha yang sungguh-sungguh mengikuti langkah mereka untuk segera lulus.

Perjalan ini sangat panjang sekali, dan yang harus kita persiapkan adalah seperti apakah kita 10/20 tahun ke depan. (Mr. Waziz Wildan).
sejak pak waziz pernah mengatakan hal tersebut terhadap saya, saya jai optimis dengan apa yang saya lakukan selama saya tidak menjadi malas dalam hidup ini. saya yakin apabila semua yang saya hadapi ini saya lakukan dengan sungguh-sungguh, tentulah akan memiliki makna yang berharga dalam diri saya sekarang, besok, tahun depan atau kapanpun. hanya  yang perlu harus saya selalu persiapkan adalah merancang hidup ini menjadi lebih baik, melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan selalu berdoa kepada Allah SWT. and tawakkal.

"Tidak ada usaha yang sia-sia, dan hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapatkan buahnya dengan sempurna" (By My Self)

teman sejati

April 4th, 2007 by malbers

Teman sejati adalah teman yang akan selalu menjadi sahabat kita pada saat suka maupun duka. teman sejati adalah teman yang kita bisa ajak saling bercinta untuk bersama-sama merenguk kebahagiaan di dunia dan di akhirat. teman sejati adalah orang yang selalu berani mengingatkan kita pada saat kita telah melakukan suatu hal yang akan menghindarkan kita dari kebahagiaan di akhirat kelak. teman sejati adalah orang yang akan menemani kita pada saat kita senang dan pada saat kita sedih. teman sejati adalah orang yang akan menjadikan kita selalu mengingat Allah ketika bertemu dengannya dan semakin bertambahlah semangat kita untuk beribadah.

teman sejati bukanlah orang yang akan menjadikan kita semakin jauh dari mengingat Allah SWT. teman sejati bukanlah orang yang mengajak kita pada kemaksiatan.

Ya Allah ampunilah dosa hambaMu inilah karena telah banyak menyakiti hati-hati teman-teman hamba. Ridhailah setiap persahabatan yang telah kami jalani dan jadikanlah kami bersahabat untuk mendapatkan rahmat dari Mu.

kepada seluruh teman-temanku, marilah kita ikhlaskan persahabatan kita ini ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

al-dani.web.ugm.ac.id

pengalaman itu………..

March 28th, 2007 by malbers

Menjalani hidup just do it dululah ternyata ada baiknya juga. ternyata belajar dari pengalaman walaupun tidak dirancang sebelumnya dengan matang sangat bermakna. terkadang saya yang lupa untuk memahami kejadian tersebut kalau ternyata bermakna buat saya. so, start this time, this moment,. whatever i found in my life, plan or without plan must be enjoy. because only by enjoy every thing i can get something improtant from that moment.
JAdi ternyata setiap yang terjadi walaupun itu di luar perkiraan saya selama ini. mau gak mau harus dihadapi, apapun itu selama tidak bertentangan dengan hukum Allah dan Rasulullah. kalau memang saya harus dihadapkan dengan pak RDW misalnya. itu tentunya sudah menjadi ketentuan Allah dan saya harus hadapi. dan ternyata dubalik itu semua tersimpan hikmah yang sangat bermakna sekali bagi hidup saya. berswama dengan bapak RDW saya bisa mengetahui lebih dalam siapa diri saya sebenarnya.

oya buat teman-teman yang tidak mengenal bapak RDW, saya beritahukan sedikit. Mr RDW orangnya enak diajak berbicara, namun beliau ceplas-ceplos, tapi cerdas. karena ceplas-ceplos itulah saya bisa mendapatkan banyak sekali masukan tentang siapa sebenarnya diri saya. walau awalnya saya merasa gontok dengan perkataan beliau, namun akhirnya saya sadar bahwa apa yang beliau katakan tersebut adalah benar adanya. saya harus menerima bagaimana orang telah menilai diri saya. saya ingin bertemu lagi dengan bapak itu untuk bisa belajar lebi banyak. terakhir saya sadar betul, bahwa apa-apa nasehat yang beliau berikan sangat bermanfaat sekali bagi diri saya.

oya sebelumnya tidak ada orang yang mengatakan hal yang sama seperti nasehat yang diberikan pak Rudi Waldemar kecuali abang-abang saya, namun itupun tidak seperti nasehat dari pak Rudi…yang jelas pak Rudi telah banyak mengubah hidup saya yang menurut saya menuju kepada sebuah yang lebih baik.

dan perlu teman-teman semua ketahui bahwa pertemuan saya dengan pak Rudi tidak direncanakan sebelumnya. saya tidak pernah membayangkan kalau ternyata akan mendapat bimbingan hidup seperti ini dari beliau. karena yang terpikir sebelumnya adalah yang saya dapat hanya tentang pengetahuan mesin. eh…ternyata sampai pada pelajaran hidup.

terima kasih banyak untuk pak Rudi,. terima kasih buat waktu yang bermanfaat..

semoga kita bisa bertemu pada kondisi yang lebih baik lagi dan diridhoi Allah SWT.